Tahun Munculnya Golongan Syiah Pada Tahun 30 (Tigapuluhan) Hijriyah

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas golongan syiah, kapan mereka muncul, dan terbagi berapa syiah ini, semuanya akan dijelaskan disini namun karena keterbatasan waktu, mungkin pembahasan ini akan terbagi menjadi beberapa halaman, akan tetapi nanti akan ada link perunjuk untuk saling menautkan antara halaman yang satu dan halaman yang lain, berikut adalah pembahasannya di bawah.

Golongan syi'ah munculnya pada tahun kurang lebih 30 hijriyah dijaman khalifah sayidina usman yaitu yang di pimpin oleh abdullah bin saba, yang disebut syi'ah itu yaitu beberapa golongan yang meyakini bahwa sesungguhnya sayidina ali yang benar jadi khalifah atau pengganti nabi saw, sebab menurut mereka bahwa nabi saw sudah berwasiat: jika wafat harus diganti oleh sayidina ali, sehingga mereka meyakini bahwa sesungguhnya khalifah dayidina abu bakar, sayyidina umar, sayidina usman, itu tidak sah jadi khalifahnya, yaitu merebut kepada kekuasaan sayidina ali.

Oleh sebagian golongan diyakini berdosa dan oleh sebagian lagi diyakini khalifah yang 3 itu pada kufur, sebab tidak menuruti wasiat kanjeng nabi saw.

Maka untuk jawaban ahli sunah untuk sementara wasiat nabi itu yang ada didalam hadits ghodirkhum yaitu nabi pulang dari mekkah ke madinah membawa 1400 sahabat, saat sampai ke kampung ghodirkhum kemudian nabi mengumpulkan para sahabatnya kemudian berwasiat:

Wasiyat rasulullah
Wasiyat rasulullah
ARTINYA:
Orang yang dipimpin olehku itu sama di pimpin oleh sayidina ali.

Hadits itu menurut ahli sunah itu hadits dhoif, di dhoifkan oleh ahli hadits (lemah), serta tidak dikenal oleh imam bukhari dan oleh imam muslim dan oleh ahli hadits yang lainnya, sebab jika benar-benar nabi berwasiat seperti itu,m maka pasti para sahabat yang ta'at kepada nabi akan melaksanakan wasiat itu, tapi dijaman khalifah sayidina abu bakar dan sayidina usmar dan sayidina usman, itu hadits wasiat tidak terceritakan, sehingga semua sahabat termasuk sayidina ali beliau baiat kepada sayidina abu bakar kepada sayidina umar kepada sayidina usman, jadi hadits wasiat tersebut diramaikan oleh golongan syi'ah terutama oleh abdullah bin saba yang suka mengadakan hadits palsu, jadi golongan syi'ah bukan golongan yang mencintai sayidina ali saja sebab yang mencintai sayidina ali golongan ahli aunah juga sangat mencintainya.

Akan tetapi kaum syi'ah menambahakan dengan keyakinan yang berlebihan seperti meyakini kaum nasrani kepada nabi isa sampai meyakini tuhan itu cintanya berlebihan, memang kita diperintah untuk cinta kepada nabi atau kepada sayidina ali tapi ada batasannya jangan sampai mengaku jadi tuhan atau meyakini bahwa sayidina ali naik ke langit.

Golongan syi'ah ini mulai terbagi 3 golongan yaitu yang pertama syiah zaidiyah:
Syiah zaidiyah
Syiah zaidiyah

Yaitu 3 golongan dan yang ke 2 syi'ah imamiyah ada 1 golongan.
Syiah imamiyah
Syiah imamiyah
Dan ke tiga syi'ah ghulah, artinya yang radikal dan berlebihan.
Syiah ghullah
Syiah ghullah
Dan pada pembahasan kali ini disini akan menerangkan syi'ah zaidiyah, syi'ah jayidiah ini yang muncul di negeri yaman yaitu terbagi kedalam 3 golongan, yang pertama syi'ah zaidiYah al-jarudiyah.

SYI'AH ZAIDIYAH AL-JARUDIYAH
Syiah zaidiyah al-jarudiyah
Syiah zaidiyah al-jarudiyah
Yaitu golongan abil jarud mereka berkata akan adanya nas (penentuan dari nabi didalam pengangkatan imam sayidina ali) dan para sahabat itu pada kufur oleh sebab mengingkarinya kepada sayidina ali, dan pangkat imam sesudah hasan husain itu di musyawarahkan maka siapa yang paling kuat dan paling pintar itu akan dijadikan imam dan di ikhtilafkan didalam pangkat imam yang ditunggu-tunggu, apakah muhamad bin abdullah sesungguhnya muhammad itu tidak meninggal, atau muhammad bin khodim yang jadi raja di negeri kufah.

Keyakinan syi'ah jayidiah ini itu adalah sesat menurut ahlisunah, sebab pengankatan imam itu tidak ada nas atau ketentuan dari nabi apakah dengan sifat nya atau dengan disebut namanya.

Tapi menurut ahlisunah pangkat imam itu dipasrahkan menentukannya kepada pengankatannya umat islam, dan kjalifah yang pertama itu sayidina abu bakar, ke 2 sayidina umar ke tiga sayidina usman ke empat sayidina ali, kemudian kepada sayidina hasan kemudian kepada muawiyah dan imam mahdi itu bukan muhamad yang disebut tadi sebab itu sudah pada meninggal, tapi imam mahdi yaitu 1 orang yang akan keluar sebelum dajjal.

SYI'AH ZAIDIYAH SULAIMANIYAH
Syiah zaidiyah sulaimaniyah
Syiah zaidiyah sulaimaniyah
yang ke 2 nya dari syi'ah zaidiyah yaitu syi'ah zaidiyah sulaimaniyah, yaitu golongan sulaiman bin jarir mereka berkata bahwa pangkat imam itu harus di musyawarahkan dan jadinya imam itu harus di tentukan oleh 2 orang laki-laki dari golongan muslimin yang paling mulia, dan mereka meyakini bahwa sesungguhnya abu bakar dan sayidina umar itu keduanya jadi imam, sebab di angkat oleh muslimin walaupun para muslimin itu kesalahan didalam pengangkatannya.

Tapi mereka mengkufurkan kepada sayidina usman, tholhah dan zubair dan kepada siti aisyah, syi'ah zaidiyah sulaimaniyah ini itu juga sesat, karena berani mengkufurkan kepada sayidina usman, tholhah, zubair, dana iti aisyah padahal oleh allah sahabat yang empat tersebut itu sudah di calonkan akan jadi ahli syurga.

Tapi ini yang paling enteng karena mengaku kepada sayidina abu bakar dan sayidina umar tapi yang mengkufurkannya itu akan menjadi kufur.

SYI'AH ZAIDIYAH AL-BATIRIYAH
Syiah zaidiyah al-batiriyah
Syiah zaidiyah al-batiriyah
Dan yang ke 3 nya dari syi'ah zaidiyah yaitu syi-ah jayidiyah al-batiriyah, yaitu golongan batir atsaumi itu sepakat didalam keyakinannya dengan syi'ah sulaimaniyah, hanya saja tidak berani mengkufurkan kepada sayidina usman.

Nah itu juga sesat menurut ahlisunah, sebab sayidina usman itu amirul mu'minin yang mubasarun bin jannah yaitu yang di bahagiakan oleh kanjeng anbi saw akan menjadi ahli surga jadi tidak harus diragukan lagi didalam keimanannya.

Mungkin penjelasan ini kami cukupkan sampai disini, silahkan untuk mengshare artikel ini agar yang lain tau ya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Tags :

Related : Tahun Munculnya Golongan Syiah Pada Tahun 30 (Tigapuluhan) Hijriyah