Kisah Ul Qomah, Seorang Yang Selalu Mementingkan Istri Daripada Ibunya

Assalamualaikum teman teman kajian Muslim, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan Kisah dari Ul Qomah, Ul Qomah ini adalah seseorang yang hidup dijaman Rasulullah, dia adalah seorang yang giat dalam beribadah, berpuasa, dan bershodakoh, namun beliau ini selalu mementingkan istrinya dari pada ibunya, yang membuat ibunya merasa kesal, sehingga pada saat dia sekarat, dia kesusahan untuk mengucapkan syahadat, bagai mana cerita dari Ul Qomah ini, nah berikut adalah ceritanya dibawah ini.


Diriwayatkan Ul Qomah itu adalah seorang yang giat ibadahnya, dalam satu hari dia itu sakit, istrinya menyuruh orang lain untuk emnyampaikan pesan kepada Rasulullah Saw, bahwa keadaan ul qomah sedang sekarat, supaya rasulullah tau kedaan suaminya (Ul Qomah), lalu Rasulullah Saw menyuruh ammar, bilal dan suaib supaya pergi kerumah Ul Qomah Silahkan ajarkan sahadat, setelah yang tiga orang itu berangkat dan sampai kerumah Ul Qomah mereka mengajarkan sahadat, tetapi lidah Ul Qomah terkunci tidak bisa mengucapkan sahadat, lalu mereka mengutus seseorang supaya memberitahu kepada Rasulullah Saw, keadaan Ul Qomah tidak bisa mengucapkan sahadat, Rasulullah Saw bertanya apakah Ul Qomah itu masih punya kedua orangtua yang masih hidup? Jawabnya: ibunya masih ada tetapi sudah tua, setelah itu Rasulullah Saw menyuruh seseorang untuk menemui ibunya Ul Qomah, supaya datang kerumah Rasulullah, kalo tidak bisa nanti Rasulullah mendatangi ibu.

Ibunya berkata saya lebih berhak mendatangi Rasulullah lalu pergi dengan menggunakan tongkat, sesudah bertemu dengan Rasulullah Saw, oleh Rasul ditanya: ibu harus bercerita dengan jelas bagai mana keadaan putra ibu? Kata ibunya Ul Qomah dia itu banyak sholatnya banyak puasanya dan shodakohnya, kata Rasulullah Saw, Punya masalah apa ibu dengan anak ibu (Ul Qomah)? Jawabnya: saya sangat marah sama dia, kata Rasulullah Saw: memangnya kenapa? Jawabnya dia itu selalu mementingkan istrinya dan suka membuat kedurhakaan kepada saya, kata Rasulullah Saw: sesungguhnya kemaraahan ibu itu yang mengakibatkan Ul Qomah tidak bisa membaca sahadat, terus Raslullah menyuruh bilal supaya pergi untuk mengumpulkan kayu bakar supaya banyak, kata ibunya Ul Qomah untuk apa kayu bakar itu? Jawab Rasulullah Saw: untuk membakar Ul Qomah. Kata ibunya Ul Qomah: Walaupun seperti itu Ul Qomah itu anak saya, saya tidak akan tega melihat anak saya dibakar, sabda Rasulullah Saw: hei ibu siksa Allah itu lebih berat dan langgeng, kalo ibu mau Ul Qomah dimaafkan oleh Allah, ibu harus merihokan kepada Ul Qomah, demi dzat yang menguasai diriku, tidak akan bermanfaat shlatnya, puasanya, dan shodakohnya, selagi ibu masih marah kepada Ul Qomah setelah itu ibunya Ul Qomah bercerita hei Rasulullah: saya menyaksikan kepada Allah tala dan para malaikatnya, dengan yang hadir disini dari golongan muslimin, sesungguhnya saya merasa ridho kepada anak saya (Ul Qomah), Rasulullah Saw berkata: hei bilal kamu segera pergi menemui Ul Qomah, lihat sudah bisa membaca la ilaha illahlah apa belum? Takutnya ibunya berkata tidak sama dengan hatinya, lalu bilal pergi dan mendengan Ul Qomah Membaca sahadat, kata bilal sesungguhnya kemarahan ibunya yang menyebabkan Ul Qomah tidak bisa membaca sahadat, dan keridhoan ibunya yang melancarkan lidah Ul Qomah untuk mengucapkan sahadat, setelah itu Ul Qomah meninggal dihari itu.

Rasulullah Saw meghadiri sampai Ul Qomah dikubur, setelah selesai dikubur Rasulullah berkata sambil berdiri di pinggir kuburan, hei sahabat muhajirin dan ansor, siapa saja yang suka mendahulukan istrinya daripada ibunya, tetep kepada dirinya laknat Allah dan malaikatnya dan semua manusia, Allah tidak akan menerima amal fardhu dan sunnah nya, kecuali bertaubat kepada allah azawajalla, terus berbuat  baik kepada ibunya dan minta keridhoan darinya.  Keridhoan Allah itu ada pada keridhoan orang tua dan murka Allah itu ada dari mukanya orang tua.

Nah itulah Kisah Dari Ul-Qomah yang hidup dijaman rasulullah, dalam kisah ini semoga kita dapat mengambil hikmah untuk memperkuat iman kita, jangan sekali kali kamu menyakiti orang tua wahai saudaraku, mungkin jika sudah terlambat maka mintalah pengampunan dari kedua orang tua, sesungguhnya ridho allah ada padakeridhoan orang tua, untuk kisah ini saya cukupkan sampai disini, sampai jumpa dalam cerita selanjutnya, tentunya jika penulis dari blog ini berumur panjang, akhir kata saya ucapkan wasalam.

Share on Facebook
Share on Twitter
Tags :

Related : Kisah Ul Qomah, Seorang Yang Selalu Mementingkan Istri Daripada Ibunya