Kisah Seseorang Yang Membeli Abid / Hamba Sahaya

Assalamualaikum saudara kajian muslim, artikel ini akan menceritakan Kisah seseorang yang membeli abid, bagai mana kisah dari seseorang yang membeli hamba sahaya ini, mari kita simak bersama di bawah in.


Diriwayatkan ada seseorang yang mendengar ada yang akan menjual abid, katanya abid itu bagus tidak ada sifat buruknya, hanya saja abid itu suka ngadu-ngadu, tapi oleh orang itu mau dibeli saja walaupun abidnya suka mngadu-ngadu, sanggaannya ngadu ngadu itu tidak berbahaya, singkat cerita lalu abidnya di beli, belum lama kemudian abid itu sudah memulai melakukan kebiasaannya yaitu mengadu-ngadu, dirinya bercerita kepada istri majikannya, suamimu akan menikah lagi dengan perempuan lain, sekarang sediakan saja pisau cukur, cukur bulu pundaknya nanti akan saya gunakan untuk memikat suamimu, istri majikan itu langsung percaya saja, dia mau melaksanakan perintah abidnya yaitu mencukur bulu pundak suaminya.

Sesudah itu lalu si abid bercerita kepada suami majikannya, istri kamu punya maksud mau menyembelih kamu, kalo tidak percaya buktikan saja nanti malam, bapak harus pura pura tidur, majikannya langsung percaya saja, pada malam hari majikannya pura pura tidur, setelah itu istrinya datang membawa pisau cukur mau mencukur bulu paundak suaminya, suaminya berkata dalam hatinya, bener juga ini perkataan si abid itu, di saat istrinya mau mencukur bulu pundaknya, pisaunya direbut oleh suaminya lalu istrinya dibunh, istrinya langsung mati saat itu juga, keluarga dari pihak istrinya menyimpan dendam mau membunh suaminya, seterusnya keluarga dari pihak laki laki juga menyimpan dendam, seterunya kedua keluarga tersebut bertengkar saling membunh, nah seperti itulah akibatnya orang yang suka mengadu ngadu.

Ini adalah kisah jaman dulu, jaman sekarang tidak ada lagi orang yang disebut abid, jaman sekarang lebih kepada pembantu, menyewa pembantu dengan kontrak, nah jika saudara mau mempekerjakan seorang pembantu untuk membantu saudara, pastikan dulu bahwa seorang yang akan saudara pekerjakan baik budi dan pekertinya,  artinya tidak seperti kisah di atas, gara gara seorang abid rumah tangga saudara menjadi kacau, mungkin untuk kisah ini saya cukupkan sampai disini jangan lewatkan kisah yang lainnya ya saya akan menulis lagi jika panjang umur, tentunya hanya di blog ini, akhir kata saya ucapkan wasalam.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kisah Seseorang Yang Membeli Abid / Hamba Sahaya