Kisah Seorang Anak Yang Taat Kepada Ibunya Pada Zaman Nabi Musa As

Assalamualaikum sahabat kajianmuslim, pada artikel kali ini saya masih menuliskan kisah kisah, kali ini saya menuliskan kisah anak yang berbakti kepada ibunya, cerita ini masih ada sangkut pautnya dengan al qural yaitu pada surat al baqoroh, nah seperti apa ceritanya, mari kita simak di bawah ini bersama sama.


Diriwayatkan dari golongan bani israil di jaman nabi musa AS, ada seorang laki laki soleh mempunyai satu anak laki laki yang soleh (masih bayi), tidak diceritakan mempunyai harta yang lain hanya punya anak sapi yang diperuntukan untuk anaknya kalo sudah dewasa, disuatu hari sapi itu dibawa kehutan, terus dia berdoa ya allah saya titipkan sapi ini kepadamu untuk anak saya kalo sudah dewasa, diwaktu sudah tiba ajalnya maka orang itu meninggal, sapinya tetap ada berkeliaran dihutan bertahun tahun.

Sesudah dewasa anaknya sangat berbakti kepda ibunya, anak itu bisa membagi waktu, malamnya dibagi tiga bagian, sepertiga untuk ibadah, sepertiga untuk tidur dan sepertiga lagi untuk duduk di samping kepala ibunya, dalam setiap pagi kerjanya mencari kayu bakar untuk di jual ke pasar, dan uangnya dibagi lagi sepertiga untuk sodakoh, sepertiga untuk keperluan dirinya, sepertiga lagi diberikan kepada ibunya, disuatu hari ibunya bercerita: "Hei anaku ayahmu dulu meninggalkan warisan untuk mu, yaitu seekor anak sapi yang ada dihutan sana, silahkan kamu segera ambil, berdoa saja kepada tuhan nabi ibrahim, tuhan nabi ismail, tuhan nabi ishak dan tuhan nabi yaqub, supaya sapi tersebut segera ditemukan", sapi itu mempunyai tanda, kulitnya berkilau seperti sinar matahari keluar dari kulitnya, oleh orang orang suka disebut sapi emas, karena bagusnya dan bersih warna kuningnya, singkat cerita setelah itu anak pergi kehutan.
Kelihatan sapi itu sedang memakan rumput dan oleh anak itu di panggil, saya sengaja mendatangimu dengan menyebut tuhan nabi ibrahim, nabi ismail, nabi ishak, dan nabi yaqub, lalu sapi itu datang mendekat , terus sapinya dibawa pulang.

Lalu Sapi itu berbicara: "Hei anak muda yang berbakti kepada ibunya, silahkan saya tunggangi supaya kamu lebih senang, kata anak itu ibu saya tidak menyuruh begitu, kata sapi itu: Demi tuhan bani israil kalau kamu tidak menunggangi saya kamu tidak akan bisa membawa saya, lalu anak itupun menunggangi sapinya dan pulang.

Sesudah sampai rumah ibunya menyuruh menjual sapi tersebut dengan harga tiga dinar, kamu jangan menjual tanpa musyawarah dengan ibu dari harganya, jualah sapi ini seharga tida dinar, setelah itu sapi tersebut dia bawa kepasar, kebetulan ada yang mau membeli sapi itu, sambil bertanya soal harganya, kata anak itu tiga dinar aja karena saya sudah berjanji sama ibu saya untuk menjual sapi ini dengan harga tiga dinar, kata yang mau beli, sudah aja saya beli 6 dinar jangan menunggu perintah ibumu, kata anak itu kalo kamu memberi  emas kepadaku dengan seberat sapi ini saya tidak akan menerima kecuali ada ijin dari ibu saya, setelah itu jual belipun di batalkan, sapinya pun ia bawa pulang kembali, dia ceritakan kepada ibunya soal harga sapi itu dengan harga 6 dinar, ibunyapun berkata ya sudah besok kembali lagi, silahkan kamu jual 6 dinar, besoknya sapi itu kembali di bawa kepasar, kemudian yang mau membeli kemarin datang lagi sambil bertanya, apakah kamu sudah disetujui oleh ibumu? Kata anak itu: sudah, silahkan beli jangan kurang dari enam dinar, orang yang mau membelipun kerkata: 12 dinar aja, jangan menunggu persetujuan dari ibumu, setelah itu sapi itu tidak jadi dijual dan dibawa kembali pulang, setelah sesampainya dirumah diceritakanlah harga sapi itu dari yang mau membeli itu seharga 12 dinar, lalu ibunyapun berkata: sebenarnya yang datang sama kamu itu malaikat yang menyerupai manusia, sedang menguji kamu, nanti dimana dia datang lagi tanyakan saja apakah sapi ini harus dijual atau tidak? Kalo memang harus dijual berapa harganya? Setelah itu anaknya pergi lagi kepasar, bertemu dengan malaikat yang menyerupai manusia tersebut, malaikat berkata, silahkan segera temui ibu kamu, katakan sama ibumu sapi ini jangan dijual, nanti nabi musa bin imron yang akan membelinya, untuk dirinya memutuskan perkara orang yang dibunuh dari golongan bani israil, harganya harus dengan dinar sepenuhnya dari kulit sapi ini, bani israil bertanya kepada nabi musa tentang sifatan sapi yang harus di sembelih yang diceritakan dari surat al-baqoroh, sifatan sapi itu sama dengan sifat sapi ini, oleh bani israil sapi ini di beli dengan harga yang setinggi tingginya.

Nah inilah karunia dari allah ta'ala buat orang yang berbakti kepada ibunya, semoga teman teman bisa mengambil hikmah dari cerita ini, tentang prilaku anak yang berbakti kepada ibunya, semoga kita dapat mencontoh prilaku anak itu dengan membacanya kisah ini juga mudah mudahan dapat memperkuat iman kita ke tingkat yang lebih tinggi lagi, untuk kisah ini saya akhiri sampai disini, akhirkata saya ucapkan wasallam.





Share on Facebook
Share on Twitter
Tags :

Related : Kisah Seorang Anak Yang Taat Kepada Ibunya Pada Zaman Nabi Musa As