Hukum Tajwid Surat An-Naml Ayat 40 Beserta Penjelasannya

Assalamualaikum wr wb, pada kesempatan kali ini kami akan membahas hukum tajwid surat an naml ayat 40 beserta dengan rinciannya, surat an naml ini adalah surat ke 27 dalam alquran yang terletak pada juz ke 19, dengan adanya pembahasan ini mudah-mudahan teman-teman yang sedang mencari pembahasan hukum tajwid dapat menemukan apa yang teman-teman cari.

Belajar hukum tajwid itu sangat penting sekali, hukum memahami tajwid pada saat membaca al-quran itu adalah fardu ain, artinya wajib dipelajari bagi seluruh umat muslim, nah berikut ini adalah hukum tajwid surat an naml ayat 40 beserta dengan rinciannya.

SURAT AN-NAML AYAT 40
Hukum Tajwid Surat An-Naml Ayat 40 Beserta Penjelasannya
Hukum tajwid surat an naml ayat 40

ARTINYA:
SEORANG YANG MEMPUNYAI ILMU DARI KITAB BERKATA, "AKU AKAN MEMBAWA SINGGASANA ITU KEPADAMU SEBELUM MATAMU BERKEDIP." MAKA KETIKA DIA (SULAIMAN) MELIHAT SINGGASANA ITU TERLETAK DI HADAPANNYA, DIAPUN BERKATA, "INI TERMASUK KARUNIA TUHANKU UNTUK MENGUJIKU, APAKAH AKU BERSYUKUR ATAU MENGINGKARI (NIKMAT-NYA). BARANG SIAPA BERSYUKUR, MAKA SESUNGGUHNYA DIA BERSYUKUR UNTUK (KEBAIKAN) DISRINYA SENDIRI, DAN BARANG SIAPA INGKAR, MAKA SESUNGGUHNYA TUHANKU MAHAKAYA, MAHAMULIA." 

HUKUM TAJWIDNYA:
1. Mad thabi'i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

2. Alif lam syamsiyyah
Yaitu alif lam bertemu dengan huruf lam (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf lam di masukan ke huruf lam (huruf syamsiyyah).

3. Mad thabi'i (mad asli)
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

4. Ikhfa aqrob
Yaitu nun mati bertemu dengan huruf dal, cara membacanya suara nun mati dibaca antara idzhar dan idgham.

5. Mad silah khoshiroh
Yaitu sebelum ha dhamir ada huruf yang hidup (yang ada barisnya), kalau sebelum ha dhamir hurufnya mati maka itu tidak bisa disebut mad shilah khoshiroh, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

6. Idgham bighunah
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf mim (huruf idgham), cara bacanya suara tanwin dimasukan ke huruf mim, cara membacanya di tahan serta dengung.

7. Alif lam qomariyyah
Yaitu alif lam bertemu dengan huruf kaf (huruf Qomariyyah), cara membacanya lam mati dibaca jelas.

8. Mad thabi'i (mad asli)
Yaitu huruf ta bertemu dengan alif kemudian alifnya dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

9. Lafadz ana Dibaca pendek
Yaitu dimana lafadz ana yang artinya aku, lafadz itu dibaca pendek, kecuali diwaqafkan (berhenti) maka lafadz ana dibaca panjangnya 2 harakat menjadi mad thabi’i.

10. Mad badal
Hamzah berbaris vertikal, Yaitu pengganti dari huruf yang semula bertemu dengan hamzah mati di hadapannya, baris vertikal itu pengganti dari huruf yang semula, panjangnya dibaca 2 harakat.

11. Mad thabi'i (mad asli)
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

12. Mad silah khoshiroh
Yaitu sebelum ha dhamir ada huruf yang hidup (yang ada barisnya), kalau sebelum ha dhamir hurufnya mati maka itu tidak bisa disebut mad shilah khoshiroh, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

13. Qalqalah sugra
Yaitu huruf ba barisnya mati (sukun).

14. Idgham bighunah
Yaitu nun mati bertemu dengan ya (huruf idgham), cara bacanya suara nun dimasukan ke huruf ya, cara membacanya di tahan serta dengung.

15. Tafhim
Yaitu Ra mati sebelumnya ada baris fatah, cara membacanya huruf ra mati dibaca tebal.

16. Tafhim
Yaitu Ra mati sebelumnya ada baris fatah, cara membacanya huruf ra mati dibaca tebal.

17. Tanda waqaf
Yaitu singkatan dari Al waqfu aula artinya lebih baik waqaf dari pada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).

18. Idgham ma'al ghunah / idgham wajib ghunah / ghunah musadad
Yaitu nun bertasydid cara bacanya ditahan serta dengung.

19. Mad thabi'i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

20. Mad badal
Hamzah berbaris vertikal, Yaitu pengganti dari huruf yang semula bertemu dengan hamzah mati di hadapannya, baris vertikal itu pengganti dari huruf yang semula, panjangnya dibaca 2 harakat.

21. Idzhar khalqi
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf ain, cara membacanya suara tanwin dibaca jelas.

22. Ikhfa aqrob
Yaitu nun mati bertemu dengan huruf dal, cara membacanya suara nun mati dibaca antara idzhar dan idgham.

23. Mad silah khoshiroh
Yaitu sebelum ha dhamir ada huruf yang hidup (yang ada barisnya), kalau sebelum ha dhamir hurufnya mati maka itu tidak bisa disebut mad shilah khoshiroh, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

24. Mad thabi'i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

25. Mad thabi'i (mad asli)
Yaitu huruf HA bertemu dengan alif kemudian alifnya dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

26. Mad thabi'i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

27. Ikhfa ausat
Yaitu huruf nun mati bertemu dengan huruf fa, cara membacanya ditahan serta dengung condong ke huruf "M".

28. Tafhim
Yaitu huruf ra barisnya fatah, cara membacanya huruf ro dibaca tebal.

29. Mad thabi'i (mad asli)
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

30. Tanda waqaf
Yaitu singkatan dari Al waqfu aula artinya lebih baik waqaf dari pada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).

31. Qalqalah sugra
Yaitu huruf ba barisnya mati (sukun).

32. Mad wajib mutasil
Yaitu mad thabi’i kumpul dengan hamzah dalam satu kalimat, cara membacanya dibaca panjangnya 5 harahat.

33. Tafhim
Yaitu huruf ra barisnya dhammah, cara membacanya huruf ro dibaca tebal.

34. Dibaca idzhar (Idzhar didalam hukum mim mati)
Yaitu huruf mim mati bertemu dengan huruf hamzah, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.

35. Tanda waqaf
Yaitu singkatan dari Al waqfu aula artinya lebih baik waqaf dari pada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).

36. Ikhfa ausat
Yaitu huruf nun mati bertemu dengan huruf syin, cara membacanya ditahan serta dengung condong ke huruf "M".

37. Tafhim
Yaitu huruf ra barisnya fatah, cara membacanya huruf ro dibaca tebal.

38. Idgham ma'al ghunah / idgham wajib ghunah / ghunah musadad
Yaitu nun bertasydid cara bacanya ditahan serta dengung.

39. Mad thabi'i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

40. Tafhim
Yaitu huruf ra barisnya dhammah, cara membacanya huruf ro dibaca tebal.

41. Tanda waqaf
Waqaf jaiz, artinya boleh waqaf boleh washal (boleh berhenti boleh lanjut).

42. Ikhfa ab'adh
Yaitu nun mati bertemu dengan huruf kaf, cara membacanya nun mati berubah menjadi suara "NG".

43. Tafhim
Yaitu huruf ra barisnya fatah, cara membacanya huruf ro dibaca tebal.

44. Idgham ma'al ghunah / idgham wajib ghunah / ghunah musadad
Yaitu nun bertasydid cara bacanya ditahan serta dengung.

45. Mad thabi'i (mad asli)
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

46. Ikhfa ab'adh
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf kaf, cara membacanya tanwin berubah menjadi suara "NG".

47. Mad arid lisukun / aridisukun
Yaitu mad thabi'i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harkat.

Nah teman-teman itulah pembahasan hukum tajwid surat an naml semoga bermanfaat ya bagi teman-teman yang membutuhkan dan selamat belajar, untuk pembahasan hukum tajwid kali ini kami cukupkan sampai disini akhir kata kami ucapkan wasalam.

Share on Facebook
Share on Twitter
Tags :

Related : Hukum Tajwid Surat An-Naml Ayat 40 Beserta Penjelasannya