Syiah Zaroriyah, Al-bunusiyah, Syaitoniyah, Rozamiyah, Muqowidoh, Nashiriyah, badaiyah, Al-ismailiyah

Syiah zaroriyyah
Syiah zaroriyyah

Dan ke sebelasnya yatiu yang disebut syiah zaroriyah, yaitu golongan zaror bin a'yan mereka berkata bahwa beberapa sifat allah itu baru, dan sebelum ada sifat allah ta'ala itu tidak hidup keyakinan ini juga menurut ahlisunah akan menjadi kufur, sebab menurut ahlisunah sifatnya allah yang qoimatun bizatihi ta'ala itu qodim sama dengan dzatnya:

2

Dan allah itu tersifati oleh sifat wujud, wujudnya yang haqiqi, yaitu adanya tidak didahului oleh ketiadaan, dan tidak di akhiri oleh ketidak adaan, serta tersifati oleh sifat hayat dan hayatnya tidak ada sebelumbya.

3

Dan ke duabelasnya yaitu yang disebut al-bunusiyyah, yaitu golongan yunus bin abdurahman al-qummi, mereka berkata bahwa sesungguhnya allah itu duduk di atas arasy, dan di pikul oleh beberapa malaikat, dan allah itu lebih kuat daripada malaikat, keyakinan ini juga sesat menurut ahlisunah, sebab allah tidak membutuhkan tempat, allah tersifati oleh sifat qiamuhu binafsihi yaitu berdiri dengan dzatnya tidak membutuhkan tempat dan tidak membutuhkan yang mengadakan, dan diciptakannya aras itu menyerupai gedung yang besar dan diciptakannya kursi itu bukan untuk tempat allah, tapi jadi tempat yang menunjukan akan adanya ke agungan allah.

4

Dan yang ketigabelasnya yaitu syiah yang disebut syiah syaitoniyah,yaitu golongan muhammad bin nu'man, yang sering disebut syaiton toq, mereka berkata bahwa sesungguhnya allah itu cahaya yang bukan jisim yang berupa manusia, dan mengetahuinya allah akan beberapa perkata itu sesudah adanya perkara, keyakinan ini menurut ahliaunah itu akan menjadi kufur, karena allah itu bukan jirim dan bukan jisim, dan allah itu tersifati oleh sifat ilmu dengan ta'aluk yang mutlaq, yaitu semua perkara yang ada dan yang tidak ada yang wajib yang mustahil dan yang boleh itu semua ketahui oleh sifat ilmunya allah.

5

Dan yang ke empat belasnya yaitu yang disebut syiah rozamiyyah, mereka berkata bahwa sesungguhnya pangkat imam itu tetap adanya di muhammad bin al-hanafiyah, kemudian di putranya yang bernama abdullah, kemudian menetap di ali bin abdullah, kemudian di putra-putranya sampai kepada yang namanya mansur, selanjutnya tuhan itu suka merasuki kepada abi muslim, dan abi muslim itu tidak dibunuh, dan mereka menghalalkan beberapa yang haram, dan meninggalkan kepada beberapa yang difardhukan, ini juga menurut ahlisunah keyakinannya sesat akan menjadi kufur, sebab pangkat imam itu harus di baiat oleh para muslimin dan ulama, dan mustahil allah itu merasuki kepada abi muslim.

Dan abu muslim itu sudah dibunuh dihukum mati, dan karena menghalalkan yang diharamkan itu akan menjadi kufur dan jadi dosa besar karena meninggalkan beberapa yang difardhukan.

6

Dan ke limabelasnya yaitu syiah muqowwidoh, mereka berkata bahwa sesungguhnya allah itu sudah menyerahkan membuat dunia kepada nabi muhammad saw, dan kata sebagiannya menyerahkan kepada sayyidina ali, keyakinan ini sesat sebab dunia itu diciptakan oleh allah.

7

Dan ke enam belasnya yaitu syiah nashiriyyah wal ishakiyyah, mereka meyakini bahwa sesungguhnya allah itu suka merasuki kepada sayyidina ali, dan mereka meyakini bahwa sesungguhnya allah itu suka dzohir menyerupai manusia, dan tidak ada yang lebih utama sesudah nabi muhammad saw kecuali sayyidina ali, dan terkadang menetapkan bercampurnya rasul antara nabi muhammad saw dan sayidina ali, ketakinan ini menurut ahlisunah itu akan menjadi kufur sebab mustahil allah merasuk di sayyidina ali atau allah menyerupai manusia dan menurut ahlisunah yang paling bagus orang sesudah nabi saw itu adalah sayyidina abu bakar kemudian sayidina umar, kemudian sayidina usman, kemudian sayidina ali, dan pangkat rasulnya kanjeng anbi muhammad itu tidak menetap di sayidina ali.

8

Danyang ke tujuhbelasnya yaitu yang disebut syiah bada'iyah, yaitu yang membolehkan akan adanya permulaan kepada allah, yaitu kehendaknya mendadak tanpa ada penentuan atau rencana, keyakinan ini juga pada sesat menurut ahlisunah, sebab semua ciptaan allah itu sudah di tentukan oleh sifat irodatnya dari dulu, apakah mualaq atau mubarom, yaitu segala sesuatu itu dengan qodho dan qodarnya yaitu sudah ditentukan oleh sifat irodatnya dan sudah diketahui oleh sifat ilmunya dan sudah di kehendakkan oleh sifat qudrotnya, jadi tidak akan ada qudrot tanpa irodat dan tanpa ilmu.

9

Dan yang kedelapanbelasnya yaitu syiah al-ismailiyah, dan terkadang disebut syiah al-bathiniyah, dan terkadang lagi disebut syiah qoronithoh, sebab dulunya adalah yang bernama hamdan orang kampung qormith dan terkadang disebut syiah haromiyyah karena membolehkan beberapa yang diharamkan, dan terkadang disebut syiah sabiyah, sebab mereka meyakini bahwa sesungguhnya rasul yang mengatakan syariat itu ada tujuh, yang pertama nabi adam yang kedua nabi nuh yang ke tiga nabi ibrohim yang ke empat nabi musa yang ke lima nabi isa yang ke enam nabi muhammad dan yang ke 7 muhammad al mahdi, mereka itu berkeyakinan menetapnya pangkat imam kepada ismail bin jafar serta diyakini oleh anak buahnya kata sebagian sudah meninggal dan sebagian lagi mengatakan tidak meninggal, dan membolehkan akan adanya taqiyah, yaitu ucapan yang beda dengan hati seperti orang munafiq demi menyelamatkan dirinya keyakinan ini juga sesat dan karena menghalalkannya perkara yang haram itu akan menjadi kufur.

Share on Facebook
Share on Twitter
Tags :